Yogyakarta, Kamis, 2 Mei 2024 — Bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STIT Hidayatunnajah Bekasi melaksanakan kegiatan benchmarking pengelolaan program studi bersama Program Studi PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Kegiatan ini menjadi sarana bagi kedua program studi untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, serta berbagi praktik baik dalam pengelolaan dan pengembangan Program Studi PGMI. Melalui kegiatan benchmarking tersebut, rombongan STIT Hidayatunnajah Bekasi memperoleh berbagai wawasan mengenai penguatan tata kelola program studi, pengembangan kurikulum, serta langkah strategis dalam menghadapi perubahan kebutuhan masyarakat dan dunia pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Program Studi PGMI, Prof. Maemonah, menyampaikan sejumlah pandangan terkait wacana perubahan nama Program Studi PGMI menjadi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Menurut beliau, perubahan merupakan suatu keniscayaan seiring berkembangnya kebutuhan dan tuntutan masyarakat. Namun, perubahan nama dari PGMI menjadi PGSD tidak boleh menghilangkan identitas program studi sebagai bagian dari perguruan tinggi keagamaan Islam yang berada di bawah naungan Kementerian Agama dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Oleh karena itu, mata kuliah yang menjadi ciri khas perguruan tinggi keislaman harus tetap dipertahankan dan dilestarikan. Mata kuliah tersebut antara lain:

  1. Pengantar Studi Islam;
  2. Ulumul Qur’an;
  3. Ulumul Hadis;
  4. Islam dan Humaniora;
  5. Islam dan Sains; serta
  6. Peradaban Islam.

Mata kuliah tersebut menjadi unsur penting dalam membentuk karakter, wawasan keislaman, dan kompetensi lulusan. Meskipun nantinya terdapat kesamaan nama program studi dengan PGSD pada perguruan tinggi lainnya, program studi di bawah perguruan tinggi keislaman tetap harus memiliki identitas dan karakteristik yang membedakannya.

Di sisi lain, mata kuliah yang menjadi penciri dan penguat kompetensi Program Studi PGSD juga perlu diberikan porsi yang sesuai. Dengan demikian, pengembangan kurikulum dapat berjalan secara seimbang antara pemenuhan kompetensi profesional calon guru sekolah dasar dan penguatan nilai-nilai keislaman.

Pada prinsipnya, perubahan dan pengembangan program studi harus tetap mempertahankan substansi serta identitas perguruan tinggi keislaman. Perubahan nama maupun kurikulum tidak hanya dilakukan sebagai penyesuaian administratif, tetapi juga harus diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat tanpa meninggalkan nilai dan karakteristik institusi.

Melalui kegiatan benchmarking ini, Program Studi PGMI STIT Hidayatunnajah Bekasi mendapatkan berbagai masukan dan referensi dalam mengembangkan tata kelola program studi, menyusun kurikulum yang relevan, serta mempersiapkan langkah strategis menghadapi dinamika kebijakan pendidikan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari terjalinnya komunikasi dan kerja sama yang semakin baik antara Program Studi PGMI STIT Hidayatunnajah Bekasi dan Program Studi PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, khususnya dalam pengembangan akademik, kurikulum, penelitian, serta peningkatan mutu pendidikan.

Semoga hasil benchmarking ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan Program Studi PGMI STIT Hidayatunnajah Bekasi agar semakin unggul, adaptif, dan tetap memiliki identitas keislaman yang kuat.

Barakallahu fiikum.

Silahkan Share

Leave a Comment